<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blog alitkids</title>
	<atom:link href="http://alitkids.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alitkids.com/blog</link>
	<description>kaos anak kaos bayi kaos keluarga kaos family bisnis kaos yang bikin pinter</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Jan 2011 15:56:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>KUALITAS ANAK KITA ADALAH BUAH DARI HASIL ASUHAN KITA</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/kualitas-anak-kita-adalah-buah-dari-hasil-asuhan-kita/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/kualitas-anak-kita-adalah-buah-dari-hasil-asuhan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 15:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Buruk Cermin Jangan Dibelah Kualitas dan sikap anak-anak kita adalah buah dari model pengasuhan dan pendidikan yang kita terapkan sehari-hari di rumah. Walaupun kita semua pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buruk Cermin Jangan Dibelah</p>
<p>Kualitas dan sikap anak-anak kita adalah buah dari model pengasuhan dan pendidikan yang kita terapkan sehari-hari di rumah. Walaupun kita semua pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang kita ucapkan dan sikapkan kepada anak tanpa sengaja merupakan sebuah hal yang buruk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaannya.</p>
<p>Daripada terus mengeluh, menyalahkan anak, atau menyalahkan lingkungan; lebih baik kita melakukan refleksi atas apa-apa yang sudah (bukan sekedar harapan) kita pada anak-anak kita. Dalam refleksi itu, ada baiknya kita mengambil inspirasi kembali dari Dorothy Low Noite (”Children Learn What They Live With”). Thanks Dorothy, it’s so inspiring…</p>
<p>Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan<br />
Jika anak banyak dimusuhi, ia belajar menjadi pemberontak<br />
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas dalam hidupnya<br />
Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya<br />
Jika anak dibesarkan dalam olok-olok, ia akan menjadi seorang pemalu<br />
Jika anak dikelilingi rasa iri, ia tak akan puas dengan apapun yang dimilikinya</p>
<p>Jika anak dibesarkan dalam pengertian, ia akan tumbuh menjadi penyabar<br />
Jika anak senantiasa diberi dorongan, ia akan berkembang dengan percaya diri<br />
Jika anak dipuji, ia akan terbiasa menghargai orang lain<br />
Jika anak diterima dalam lingkungannya, ia akan belajar menyayangi<br />
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi diri sendiri<br />
Jika anak dibesarkan dalam kejujuran, ia akan terbisa melihat kebenaran<br />
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan besar dalam nilai keadilan<br />
Jika anak dibesarkan dalam rasa aman, dia akan mengandalkan diri dan mempercayai orang lain<br />
Jika anak tumbuh dalam keramahan, ia akan melihat bahwa dunia itu sungguh indah</p>
<p>Semoga kita masih punya waktu untuk dapat memberikan yang terbaik bagi masa depan anak-anak terkasih kita…</p>
<p><strong><a href="http://alitkids.com/produk/kaos-anak" target="_blank"><strong>pengen dapet koleksi kaos ALITKIDS&#8230;klik</strong></a></strong></p>
<p>sumber: ibuanakbanget.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/kualitas-anak-kita-adalah-buah-dari-hasil-asuhan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kursus bikin website</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/kursus-bikin-website/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/kursus-bikin-website/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 04:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/kursus-bikin-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MELEJITKAN KECERDASAN ANAK MELALUI BAHASA</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/melejitkan-kecerdasan-anak-melalui-bahasa/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/melejitkan-kecerdasan-anak-melalui-bahasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 15:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Orang tua sering dihadapkan pada masalah kemampuan menggunakan bahasa pada buah hatinya. tiba-tiba saja mereka mengatakan hal kasar, memaki, memarahi dan sebagainya. padahal kita merasa tidak mengajarkan bahasa seperti itu. Kok Bisa? Jika kita telusuri lebih jauh ternyata bahasa merupakan media untuk mentrasfer pemikiran yang ada di dalam otak kita. Bahasa adalah jembatan untuk mengekspresikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang tua sering dihadapkan pada masalah kemampuan menggunakan bahasa pada buah hatinya. tiba-tiba saja mereka mengatakan hal kasar, memaki,<br />
memarahi dan sebagainya. padahal kita merasa tidak mengajarkan bahasa seperti itu. Kok Bisa?<br />
Jika kita telusuri lebih jauh ternyata bahasa merupakan media untuk mentrasfer pemikiran yang ada di dalam otak kita.<br />
Bahasa adalah jembatan untuk mengekspresikan  apa yang difikirkan dan dirasakan seseorang.<br />
 kita akan lebih mudah mengukur cara dan kadar berfikir seseorang,dari apa yang disampaikan secara lisan dan tulisan.<br />
Oleh karena peran bahasa begitu penting, maka harus ada upaya membangun kemampuan bahasa pada anak di usia dini.<br />
yang secara otomatis juga menjadi pondasi awal dibangunnya kecerdasan anak.<br />
Dan yang paling berperan dalam hal ini adalah orang-orang terdekatnya. termasuk orang-orang disekitar lingkungan ia tinggal.</p>
<p>Dengan kemampuan berbahasa yang baik, semua ilmu yang kita berikan akan terkomunikasikan dengan baik.<br />
Yang tidak kalah penting untuk membangun kecerdasan berbahasa yang baik adalah dengan membuat kurikulum berbahasa pada anak.<br />
kurikulum ini membahas tentang aktivitas, tujuan, dan cara penyajiannya sehingga kita dapat mengenali potensi akal pada anak,<br />
perkembangan indera pada anak, dan cara menstimulasi serta pengoptimalannya dalam menyerap kejadian disekitarnya. serta mengasah kecepatan mengindera dari kejadian yang akan disimpan didalam otak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/melejitkan-kecerdasan-anak-melalui-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>adikku sayang</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/adikku-sayang/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/adikku-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 12:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti biasanya, pagi ini Rara datang ke sekolah dengan wajah cemberut. Tidak ada senyum sama sekali. Shasa yang duduk di sebelah Rara sampai bingung. Mau menegur, Shasa takut Rara sedang tidak ingin ditegur. Mau mendiamkan, hmmm… kok sepertinya tidak enak ya diam-diaman. “Kamu bawa bekal apa hari ini?” tanya Shasa ketika bel tanda istirahat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak seperti biasanya, pagi ini Rara datang ke sekolah dengan wajah cemberut. Tidak ada senyum sama sekali. Shasa yang duduk di sebelah Rara sampai bingung. Mau menegur, Shasa takut Rara sedang tidak ingin ditegur. Mau mendiamkan, hmmm… kok sepertinya tidak enak ya diam-diaman.<br />
“Kamu bawa bekal apa hari ini?” tanya Shasa ketika bel tanda istirahat berbunyi.<br />
“Aku gak bawa bekal. Rina tadi pagi rewel jadi ibu tidak sempat menyiapkan bekal untukku,” Rara menjelaskan dengan nada kesal.<br />
“Rina sakit?” tanya Shasa prihatin. Rina itu adiknya Rara. Lucu dan imut-imut. Usianya baru dua tahun. Beberapa kali saat menjemput Rara, Rina dibawa serta oleh Ibu Rara. Sebenarnya Rara ikut jemputan tapi terkadang ibunya menjemput ke sekolah.<br />
Rara menganggukkan kepalanya. “Rina sedang flu,” jawabnya pendek.<br />
“Ooo.. pantesan.. yuk aku temani kamu ke kantin,” tawar Shasa.</p>
<p>Sambil berjalan bersisian, mereka berjalan bersama ke kantin yang terletak di samping sekolah.<br />
“Aku sebel.. Rina kalau sedang sakit rewel. Ibu jadi tidak lagi memperhatikan aku,” keluh Rara sambil menuruni tangga. Di sekolah mereka, hanya kelas satu yang terletak di lantai dasar. Sementara kelas dua dan tiga terletak di lantai dua.<br />
“Kamu sih enak, tidak punya adik, tidak punya kakak jadi selalu diperhatikan oleh mama dan papa kamu,” kata Rara lagi.<br />
Shasa tidak menjawab. Ia ikut menemani Rara antri membeli Roti Burger. Setelah itu mereka bergegas kembali ke dalam kelas.<br />
Dari dalam tas tempat membawa bekal, Shasa mengeluarkan sebuah bungkusan.<br />
“Ini buat kamu dan Rina,” kata Shasa sambil menyodorkan bungkusan itu.<br />
“Apaan nih?” tanya Rara dengan suara yang tidak jelas terhalang oleh makanan yang ada di dalam mulutnya.<br />
“Biskuit wafer berlapis coklat,” jawab Shasa. “Kemarin papaku baru pulang dari Batam. Dia membawa beberapa macam biskuit wafer untukku. Terlalu banyak kalau harus kuhabiskan sendiri.”<br />
“Makasih ya, Sha,” kata Rara. “Tuh kan.. Enak kalau tidak punya adik atau kakak. Tidak harus berbagi,” kata Rara lagi.<br />
“Iya memang.. tapi juga tidak ada yang diajak main, tidak ada teman bercanda, tidak ada yang suka menyambut dan menciumi kalau pulang sekolah,” kata Shasa, teringat ulah Rina yang selalu lari keluar setiap kali mendengar mobil jemputan Rara tiba.<br />
Sekarang giliran Rara yang terdiam. Tak ada lagi percakapan. Masing-masing asyik menikmati makanan di jam istirahat pertama itu sampai akhirnya bel masuk berbunyi dan pelajaran pun dilanjutkan.<br />
“Hari ini giliran kamu yang diantar lebih dulu ya?” tanya Shasa sambil membereskan tas dan buku-buku setelah bel tanda berakhirnya jam sekolah berbunyi.<br />
“Iya,” jawab Rara pendek.<br />
“Jangan sampai lupa menyampaikan titipanku buat Rina,” pesan Shasa sambil berjalan keluar kelas.<br />
“Iya,” lagi-lagi Rara menjawab pendek<br />
“Jangan dimakan loh..,” kata Shasa lagi.<br />
“Iyaaaa…” kali ini Rara menjawab dengan gemas. Beberapa siswa yang kebetulan berdekatan dengan mereka berdua saat turun tangga menoleh ke arah mereka dengan pandangan heran.<br />
“Eh, eh, eh.. jangan marah gitu dong..” cekikik Shasa.<br />
“Habis.. dari tadi yang diingat-ingat kok Rina terus..” sambil cemberut Rara berkata.<br />
“Di rumah Ibu lebih memerhatikan Rina, di sekolah kamu ngomongin Rina terus..”<br />
“Habis.. Rina itu lucu banget sih..” kata Shasa. Ia tak dapat menahan tawanya melihat Rara yang cemberut hingga pipinya menggembung. Di ujung tangga langkah mereka terhenti. Seorang anak kecil berdiri di pinggir aula sekolah, sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka.<br />
“Rinaaaa…,” panggil Shasa sambil balas melambai dengan semangat.<br />
“Kok malah kamu yang dadah-dadah sama Rina sih? Rina kan manggil aku bukan kamu,” kata Rara heran.<br />
“Biarin,” jawab Shasa sambil berjalan menyongsong Rina. “Kamu kan lagi sebel sama Rina.”<br />
Hanya sebentar saja Rina menyambut uluran tangan Shasa. Selanjutnya ia mengembangkan tangannya dan memeluk Rara yang sudah berjongkok dihadapannya. Dua kecupan pun mendarat di kedua pipi Rara.<br />
“Kakak Shasa dicium juga dong..” kata Shasa.<br />
Rina tersipu dan menggelengkan kepalanya. Tangannya yang kecil mengusap pipi Rara.<br />
“Enak ya, Ra, punya adik..” Shasa berkata sambil tersenyum simpul.<br />
“Iya.. iyaaaaa..” kata Rara sambil kemudian mencium Rina.<br />
“Jadi.. gak sebel lagi kan?” ledek Shasa.<br />
“Uhh.. kamu ini meledek terus,” dengan gemas Rara menggelitik Shasa yang segera lari menghindar. Kalau Rara sudah menggelitik, lebih baik kabuuuurr… mau belanja kaos alitkids? <a href="http://alitkids.com/produk">klik disini</a></p>
<p>Karya Erlita Pratiwi [erlitapratiwi @ cbn . net . id]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/adikku-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>usaha makanan bayi</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/usaha-makanan-bayi/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/usaha-makanan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 03:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis rumahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[banyaknya pengetahuan bunda tentang resep makanan sehat untuk bayi tentu bisa dimanfaatkan. Usaha makanan untuk bayi peluang bisnis yang cukup menjanjikan lo. Sibuknya para bunda yang gak sempat masak dan gak ngerti juga tentang resep makanan bayi yang baik tentu akan membuat usaha makanan bayi ini  laris mania. Untuk memulai usaha makanan bayi ini tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>banyaknya pengetahuan bunda tentang resep makanan sehat untuk bayi tentu bisa dimanfaatkan. <strong><a href="http://alitkids.com/blog/usaha-makanan-bayi">Usaha makanan</a></strong> untuk bayi peluang bisnis yang cukup menjanjikan lo. Sibuknya para bunda yang gak sempat masak dan gak ngerti juga tentang <a href="http://alitkids.com/blog/usaha-makanan-bayi">resep makanan</a> bayi yang baik tentu akan membuat usaha <strong>makanan bayi</strong> ini  laris mania.</p>
<p>Untuk memulai <strong><a href="http://alitkids.com/blog/usaha-makanan-bayi">usaha makanan bayi</a></strong> ini tidak butuh modal banyak kok bunda. Peluang bisnis ini juga masih jarang dilirik oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. kebanyakan adalah makanan untuk orang dewasa dan kalo ada usaha <strong>makanan bayi</strong> pun itu biasanya gak spesial untuk bayi seperti bubur jakarta,bubur ayam.</p>
<p>Cara untuk memulai usaha <a href="http://alitkids.com/blog/usaha-makanan-bayi">makanan bayi</a>:</p>
<p>1. siapkan beberapa resep makanan bayi sebanyak mungkin</p>
<p>resep makanan yang lezat akan menjadi daya saing dan penarik pelanggan, bunda perlu reset tentang menu yang akan dijual. bikin sample resep makanan bayi dan suruh coba ke beberapa teman yang memiliki bayi.</p>
<p>2. survei usaha sejenis yang mungkin jadi kompetitor</p>
<p>Untuk memulai usaha makanan ini perlu ada survei kecil-kecilan tentang usaha sejenis dilingkungan sekitar lokasi usaha makanan kita. misal ada ada berapa usaha, kisaran harga mereka, menu yang ditawarkan, pelayanan mereka ke konsumen dll sesuai kebutuhan bunda. cari kelemahan mereka dan jadikan keunggulan di usaha makanan kita.</p>
<p>3. siapkan modal usaha</p>
<p>Modal usaha untuk memulai usaha makanan bayi ini tergantung keperluan saja. BIsa tanpa modal jika bunda membuka usaha dirumah dengan peralatan dapur yang sudah ada dirumah.</p>
<p>4. Siapkan tempat usaha</p>
<p>tempat usaha tentu menjadi hal yang sangat penting, karena lokasi yang strategis dengan banyak calon pelanggan membuat bisnis ini memiliki prospek yang lebih baik. Tapi jangan bingung bunda bisa buka usaha mulai dari rumah.</p>
<p>5. Siapkan strategi ( strategi opening,srtategi promosi,strategi menu dll )</p>
<p>Untuk membuka usaha makanan bayi atau usaha yang lain tentu memerlukan strategi agar usaha kita cepat dikenal konsumen. Selain dikenal juga mendatangkan profit. MIsal strategi opening beri diskon 30% untuk 1 minggu pertama, bikin variasi menu tiap hari. dll</p>
<p>6. Siapkan tenaga kerja</p>
<p>Tenaga kerja mulai dari tukang masak, marketing,pelayan perlu disiapkan dan dilatih agar semua berjalan sesuai rencana.</p>
<p>agar usaha makanan yang bunda jalankan berjalan sesuai rencana tentu butuh strategi-strategi untuk membuat usaha makanan bayi bunda laris manis.misal siapkan daftar menu untuk satu minggu kedepan ditempelkan ditempat usaha, tujuannya adalah biar pelanggan tahu besok menunya apa, jika mereka tertarik untuk menu hari berikutnya tentu mereka akan kembali lagi untuk membelinya. Berikan voucher gratis belanja 1 porsi jika sudah memiliki 10 voucher. Dan strategi lain yang bunda bisa pikirkan bersama tim bunda.</p>
<p>selamat berbisnis bunda, dan jika ada tambahan ayo kita diskusikan dikolom komentar dibawah ini, oke?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/usaha-makanan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BAWAAN LAHIR ATAU BISA DIPELAJARI?</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/bawaan-lahir-atau-bisa-dipelajari/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/bawaan-lahir-atau-bisa-dipelajari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 02:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan-pertanyaan berikut cukup menarik dan banyak menjadi bahan pemikiran para ahli. Apakah seseorang memang dilahirkan sebagai penjahat?. Sungguh adakah orang yang dilahirkan sebagai pemimpin?. Bila anda terlahir pemalu, bukankah itu berarti anda menjadi pemalu selamanya? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu juga berkembang di berbagai bidang psikologi anak, seperti misal, apakah intelegensi sudah ada sejak lahir &#8211; sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan-pertanyaan berikut cukup menarik dan banyak menjadi bahan pemikiran para ahli. Apakah seseorang memang dilahirkan sebagai penjahat?. Sungguh adakah orang yang dilahirkan sebagai pemimpin?. Bila anda terlahir pemalu, bukankah itu berarti anda menjadi pemalu selamanya? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu juga berkembang di berbagai bidang <strong>psikologi anak,</strong> seperti misal, apakah intelegensi sudah ada sejak lahir &#8211; sebagai sifat bawaan si anak &#8211; atau dapat berkembang melalui pola pengasuhan yang tepat. Silang pendapat ini dikenal sebagai perdebatan “bawaan &#8211; perkembangan (nature &#8211; nurture)”. Semua jawaban yang pernah diberikan tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun demikian, dalam kaitannya dengan bersikap positif ini kita mengetengahkan empat asumsi yang merupakan tema pembicaraan.</p>
<p><strong>- Sikap Positif bukan bawaan lahir;</strong></p>
<p><strong>- Sikap Positif bisa dipelajari;</strong></p>
<p><strong>- Sikap Positif adalah pilihan;</strong><br />
<strong>- Kita bisa mempraktekkan sikap positif, bisa juga tidak &#8211; itu pilihan anda.</strong></p>
<p>Keempat asumsi ini penting bagi pembahasan kita, karena jika anda tidak sependapat bahwa sikap positif merupakan sesuatu yang adapat anda pilih, maka kecil kemungkinan bagi anda untuk berubah.</p>
<p>Bila anda masih ragu-ragu, cobalah mengerjakan latihan berikut ini:</p>
<ol>
<li>Renungkan sejumlah aspek kehidupan anda. Berilah jawaban, apakah sikap anda sekarang ini memang karena anda terlahir demikian; atau semata-matamerupakan hasil pelajaran atau</li>
<li>Pengaruh yang anda terima</li>
<li>Atau merupakan campuran antara sikap bawaan lahir dan perkembangan kehidupan anda ?</li>
</ol>
<ul>
<li>Cara anda mengambil keputusan [1] [2] [3]</li>
<li>Sikap anda terhadap uang [1] [2] [3]</li>
<li>Sikap anda terhadap ras [1] [2] [3]</li>
<li>Pendapat anda mengenai masalah lingkungan [1] [2] [3]</li>
<li>Rasa humor anda [1] [2] [3]</li>
<li>Selera musik anda [1] [2] [3]</li>
<li>Semangat dan energi anda [1] [2] [3]</li>
<li>Surat kabar yang anda baca [1] [2] [3]</li>
</ul>
<p>Pada dasarnya, cara anda berpikir, selera dan sikap politik anda adalah hasil belajar dan akan terus berkembang selama hidup. Sedangkan rasa humor, semangat dan energi anda &#8211; yang merupakan sedikit campuran antara bawaan lahir dan pilihan &#8211; merupakan pengecualian.</p>
<p>Mungkin anda berpendapat bahwa semua ini agak ekstrim. Bila anda yakin bahwa sikap positif atau negatif adalah bawaan sejak lahir, dan kebetulan anda sendiri atau karyawan anda mempunyai sikap negatif, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan untuk mengubahnya. Sebenarnya tidaklah demikian.<br />
Memang faktor genetis juga berperan. Sebagian besar orang bisa menyanyi, namun sedikit sekali yang mampu melantunkan lagu sekaliber Ruth Sahanaya. Banyak orang bisa menggambar, namun hanya segelintir orang yang mampu menggambar sebagus Basuki Abdullah. Semua orang bisa berlari, namun hanya sedikit sekali yang bisa menjadi pelari kelas dunia.</p>
<p>Sekali pun demikian, melalui praktek dan latihan kita akan mampu menyanyi lebih baik, menggambar lebih baik atau berlari lebih cepat. Jadi dengan bersikap positif, anda akan dapat menjadi semakin baik dalam hal-hal yang anda geluti. Sebagai langkah awal, anda perlu bersikap positif pada kemungkinan terjadinya perubahan.</p>
<p>Sikap positif dalam manajemen merupakan suatu sifat yang dapat meningkatkan setiap atau semua bentuk kecakapan manajemen. Namun demikian, sikap positif tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu sikap positif berkaitan timbal balik dengan berbagai bentuk kecakapan manajemen.</p>
<p>Mari kita tutup sesi ini dengan mengandaikan anda sebagai manajer personalia yang sedang menghadapi pemogokan karyawan. Bagaimana kecakapan anda dalam menangani masalah tersebut dikaitkan dengan ciri-ciri bersikap positif yang pernah kita bahas di sesi 2? Berilah skor pada setiap ciri mulai dari<br />
negatif hingga positif:</p>
<p>1  2  3  4  5  6  7  8  9   10</p>
<p>1. Sangat tidak netral———————————-<strong>Netral</strong></p>
<p>2. Tidak mampu menguasai———–<strong>Mampu menguasai</strong></p>
<p>3. Tidak berpikir kreatif——————-<strong>Berpikir Kreatif</strong></p>
<p>4. Pesimis———————————————<strong>Optimis</strong></p>
<p>5. Tidak efektif berkomunikasi—<strong>Efektif Berkomunikasi</strong></p>
<p>Tentu saja kita tidak bisa memberi angka yang pasti untuk mengukur tingkat sikap positif anda. Namun, pada taraf tertentu anda harus menilai seberapa positif sikap anda pada saat ini, dan apakah ada hal yang harus diubah agar anda dapat mengingkatkan sikap positif anda. Boleh jadi anda berpikir ada indikasi yang menjadi ciri-ciri lain bersikap positif dan itu sah-sah saja. Yang penting di sini, semakin tinggi nilai yang anda berikan pada latihan di atas atau ciri-ciri lain yang anda tambahkan, maka semakin besar kemungkinannya anda dapat bersikap positif dalam manajemen anda.</p>
<p>pengen dapet koleksi kaos ALITKIDS&#8230;<a href="http://alitkids.com/produk/kaos-cewek">klik</a></p>
<p>( resensi.net)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/bawaan-lahir-atau-bisa-dipelajari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 cara mengapa alitkids membuat anak anda cerdas</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/10-cara-mengapa-alitkids-membuat-anak-anda-cerdas/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/10-cara-mengapa-alitkids-membuat-anak-anda-cerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 14:55:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Anak balita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru. Penelitian menunjukkan, mengenalkan pada kegiatan membaca, bahasa, dan matematika sejak usia balita, akan membuat mereka lebih mudah menangkap pelajaran tersebut kelak. Alitids Kaos bikin pinter, terdiri dari simbol dan kata-kata. Mengapa Kaos Alitkids bener-bener bikin pinter? Ini nih.. cara yang tokcer..resep original [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak balita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru. Penelitian menunjukkan, mengenalkan pada kegiatan membaca, bahasa, dan matematika sejak usia balita, akan membuat mereka lebih mudah menangkap pelajaran tersebut kelak. Alitids Kaos bikin pinter, terdiri dari simbol dan kata-kata. Mengapa Kaos Alitkids bener-bener bikin pinter?</p>
<p>Ini nih.. cara yang tokcer..resep original dari Alitkids, kaos bikin pinter<br />
1. ALITKIDS memacu orang tua untuk Mengajak bicara. Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya. Alitkids yang memiliki desain berseri, dapat menjadi media dn alat untuk salin berbicara. tentang bentuk, tentang warna benda, tentang tulisan, dan cerita berdasarkan desain yang ada pada kaos anak.<br />
2. ALITKIDS memiliki desain dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas. Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat, seperti mengenal simbol dan juga pelan-pelan belajar membaca kata yang berhubungan dengan simbol tersebut. Anak lebih mudah mengenal kata per kata karena lebih nyata dan konkret dari pada huruf per huruf yang tampak lebih abstrak dan tidak memiliki arti.<br />
3. ALITKIDS juga memiliki seri bahasa Asing seperti U can Do it. Anak lebih mudah menangkap bahasa asing  pada saat balita dibandingkan pada usia dewasanya.<br />
4. Beli software komputer untuk anak balita. Banyak software yang melatih kemahiran menggunakan keyboard karena sebelum berusia 2,5 tahun anak cenderung sulit menggunakan mouse.<br />
5. Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi. Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang hingga anak hafal. Dengan cara itu, pelan-pelan anak akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam bahasa.<br />
6. ALITKIDS  memudahkan orang tua untuk selalu melakukanpengulangan dalam berkomunikasi dengan anak dari desain baju yang dikenakannya. Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu saja. Jangan sebal dan panik! Ini merupakan suatu bagian penting di mana anak mengenal proses informasi. PAdahal pengulangan juga dapat dilakukan dengan bernyanyi. Alitkids memiliki seri sayang yang dapat disampaikan sambil bernyanyi.<br />
7.Desain kaos dan accesoris ALITKIDS memiliki huruf-huruf , gambar dan angka-angka yang termuat dalam kaos. Hal ini memungkinkan anak bermain sambil belajar dengan kaos yang dikenakannya kapan saja dan dimana saja sesuai dengan suasana hatinya. Koleksi kaos Alitkids dapat menambah kata-kata yang baru setiap minggu dengan lebih mudah.<br />
8. t-shirt anak ALITKIDS mendorong orang tua untuk membacakan suatu cerita setiap hari yang berkaitan dengan desain baju yang sedang dipakai. Baca dengan intonasi dan ekspresi seperti kita sedang bermain drama.Misalnya bercerita tentang calon pilot. bisa terbang dengan pesawat sampai ke langit seperti burung.<br />
9.t-shirt ALITKIDS menjadi media alternatif untuk belajar sambil beraktivitas. Sambil belajar dengan kaos, Anda dan si balita  dapat sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, hal ini dapat membantu menambah perkembangan fisik serta otak anak. Seperti berlari-lari, naik kuda, berenang, dan lainnya. Pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis anak. Penelitian menun-jukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun.<br />
10. Beli satu set pelajaran dan pendidikan untuk anak balita. Termasuk di dalamnya kaos alitkids, buku-buku, video, kaset, dan bagaimana caranya mengajarkannya. Baca dan belajarlah berdua anak. Membeli ensiklopedia bergambar khusus untuk anak pun, tak ada salahnya.</p>
<p>mau dapetin kaos anak alitkids? <a href="http://alitkids.com">klik disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/10-cara-mengapa-alitkids-membuat-anak-anda-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENINGKATKAN MOTIVASI ANAK UNTUK BELAJAR</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/meningkatkan-motivasi-anak-untuk-belajar/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/meningkatkan-motivasi-anak-untuk-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 14:48:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[ha-hal yang perlu diperhatikan untuk memotivasi anak untuk belajar: 1. Dengan memperlihatkan semenjak dini kepadanya bahwa guru maupun orangtua mau menghargai karya-karya orang lain, gemar belajar, dan senang membaca buku. Biasanya anak mencontoh perilaku guru dan orangtua yang seperti itu. 2. Dengan membacakan cerita yang menarik sesuai tingkat perkembangan anak. Pelan-pelan anak akan terdorong untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ha-hal yang perlu diperhatikan untuk memotivasi anak untuk belajar:<br />
   1.  Dengan memperlihatkan semenjak dini kepadanya bahwa guru maupun orangtua mau menghargai karya-karya orang lain, gemar belajar, dan senang membaca buku. Biasanya anak mencontoh perilaku guru dan orangtua yang seperti itu.</p>
<p>   2. Dengan membacakan cerita yang menarik sesuai tingkat perkembangan anak. Pelan-pelan anak akan terdorong untuk bisa dan mau membaca sendiri, untuk memuaskan rasa ingin tahunya terhadap berbagai hal.</p>
<p>3. Dengan memberikan permainan yang edukatif sejak dini, untuk merangsang perkembangan penalaran, sikap, keterampilan motorik, dan kreativitas.</p>
<p>   4. Dengan memberi pujian yang wajar terhadap setiap hasil karya anak. Pemberian pujian (apalagi penghargaan). Ini umumnya meningkatkan motivasinya untuk berkarya, atau berusaha lebih bagus lagi.</p>
<p>pengen dapet koleksi kaos ALITKIDS&#8230;<a href="http://alitkids.com/produk">klik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/meningkatkan-motivasi-anak-untuk-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cerita anak: Timun emas</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/cerita-anak-timun-emas/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/cerita-anak-timun-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 13:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Rakyat: &#8220;Timun Emas&#8221; Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa membantunya bekerja. Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita Rakyat: &#8220;Timun Emas&#8221;<br />
Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa membantunya bekerja.<br />
Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. “Hei, mau kemana kamu?”, tanya si Raksasa. “Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah aku lewat”, jawab mbok Sarni. “Hahahaha&#8230;. kamu boleh lewat setelah kamu memberiku seorang anak manusia untuk aku santap”, kata si Raksasa. Lalu mbok Sarni menjawab, “Tetapi aku tidak mempunyai anak”.<br />
Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, “Wahai wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun”.<br />
Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya , dan setelah dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu kemudian diberi nama timun emas.<br />
pengen dapet koleksi kaos ALITKIDS&#8230;<a href="http://alitkids.com/produk/kaos-anak">klik</a></p>
<p>emakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan cepat karena bantuan timun emas.<br />
Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni berkata, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk di santap”. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan rumah mbok Sarni.<br />
Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di Gunung.<br />
Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu. Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. “Lemparkan satu per satu bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu”, perintah petapa. Kemudian timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.<br />
Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. “Wahai wanita tua, mana anak itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya”, teriak si Raksasa. Kemudian mbok Sarni menjawab, “Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap”. Raksasa tidak mau menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. “Mana anak itu? Mana timun emas?”, teriak si raksasa.<br />
Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar dari tempat sembunyinya. “Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau bisa!!!”, teriak timun emas.<br />
Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus mengejar.<br />
Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya raksasapun mati.<br />
Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.</p>
<p>Cerita Rakyat &#8220;Timun Emas&#8221; ini diceritakan kembali oleh Kak Ghulam Pramudiana<br />
sumber: ceritaanak.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/cerita-anak-timun-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tips untuk perkembangan anak</title>
		<link>http://alitkids.com/blog/tips-untuk-perkembangan-anak/</link>
		<comments>http://alitkids.com/blog/tips-untuk-perkembangan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 16:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukhiban</dc:creator>
				<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitkids.com/blog/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga adalah yang pertama dan utama sebagai peletak dasar pembentukan kepribadian anak, karena sebelum anak mengenal lingkungan lain, keluargalah yang terlebih dahulu memberikan pondasi untuk membentuk kepribadian anak demi perkembangan sang anak. Meskipun demikian, orang tua kadang kurang tepat dalam memperlakukan anak. Memang, untuk menjadi orang tua tidak ada sekolahnya, dengan demikian ketika menjadi orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keluarga adalah yang pertama dan utama sebagai peletak dasar pembentukan kepribadian anak, karena sebelum anak mengenal lingkungan lain, keluargalah yang terlebih dahulu memberikan pondasi untuk membentuk kepribadian anak demi perkembangan sang anak. Meskipun demikian, orang tua kadang kurang tepat dalam memperlakukan anak. Memang, untuk menjadi orang tua tidak ada sekolahnya, dengan demikian ketika menjadi orang tua biasanya mereka berkaca dari apa yang telah mereka alami dulu ketika masih anak-anak. Padahal bisa jadi apa yang dialaminya dulu sudah tidak efektif lagi untuk diterapkan saat ini. Oleh karena itu, dalam tulisan kali ini akan dipaparkan bagaimana menjadi orang tua efektif agar anak dapat berkembang dengan baik.<br />
Beberapa hal tersebut adalah :<br />
1. Mau meminta maaf kepada anak jika berbuat salah.<br />
Banyak orang tua tidak mau meminta maaf ketika melakukan kesalahan pada anak, bisa karena gengsi, bisa juga karena sebab yang lain, bahkan orang tua cenderung menyalahkan anak. Contohnya, ketika seorang anak jatuh terpeleset karena lantai yang licin, orang tua mengatakan, “Kamu tidak hati-hati sih, makanya jatuh!”. Tapi ketika orang tua yang terpeleset, seringkali orang tua tidak mengatakan bahwa dirinya tidak hati-hati tetapi cenderung menyalahkan anak. “Kamu sih, main air sembarangan ! mama jadi terpeleset nih!”</p>
<p>2. Mau mengucapkan mengucapkan terima kasih.<br />
Banyak orang tua juga yang tidak mau menucapkan terima kasih setelah meminta pertolongan kepada anak, padahal ketika orang tua mau berterima kasih, anak merasa dirinya dihargai, dan pada akhirnya anak juga akan melakukan tindakan yang sama setelah meminta pertolongan pada orang lain.</p>
<p>3. Menepati jika berjanji.<br />
Seringkali orang tua mengumbar janji hanya sekedar untuk meng”iya”kan keinginan anak. Maka ketika anak menagih janji tersebut orang tua akan kebingungan. Hendaknya orang tua menepati janjinya yang telah disepakati bersama anak, karena jika orang tua selalu mengingkari janji membuat anak tidak percaya kepadanya. </p>
<p>4. Tidak memberikan “label” pada anak.<br />
Dalam keluarga, setiap anak mempunyai nama panggilan berdasarkan kebiasaan waktu kecil. Hal itu pada awalnya tidak dimaksudkan buruk, justru menunjukkan rasa sayang &#038; menerima anak apa adanya. Akan tetapi, tanpa disadari pemberian “label” semacam itu bisa mempengaruhi perkembangan anak karena akan mempengaruhi citra anak terhadap dirinya, dan akhirnya citra semacam itu akan selalu melekat pada dirinya. Jika citra diri itu positif, dampaknya tidak terlalu bermasalah, tetapi jika citra diri itu negatif bisa jadi akan menyebabkan anak menarik diri dari lingkungan atau merasa keterusan untuk memakai “label”itu. Contoh, anak yang mendapat panggilan ‘gendut”, bisa menjadi pemalu dan tidak mau bergaul karena predikat itu. Sementara anak yang mendapat julukan “malas” atau “bodoh” bisa jadi ia tidak akan merubah diri, karena dalam pikirannya berbuat apapun ia toh tetap akan dikatakan sebagai pemalas atau anak bodoh.</p>
<p>5. Senyum dan memberi sentuhan fisik<br />
Senyum adalah sodaqoh, dan anak akan berkembang dengan emosi yang positif ketika orang tua banyak tersenyum kepadanya. Sementara itu ciuman atau belaian singkat juga sangat dianjurkan untuk diberikan pada anak, karena hal itu bisa memberikan rasa aman. Misalnya kita memberikan ciuman saat anak berbuat baik atau ketika ia hendak pergi ke sekolah. Tetapi orang tua perlu sensitif melakukannya, karena bisa jadi anak merasa malu dengan cara orang tua mengekspresikan rasa sayangnya, terutama di hadapan teman-temannya.pengen dapet koleksi kaos ALITKIDS&#8230;klik</p>
<p>6. Lebih baik melakukan tindakan daripada sekedar kata-kata.<br />
“ Ayo, kakak, ini sepatunya ditaruh dimana? Sana taruh di tempatnya ! kenapa bajumu dilempar begitu ?” Demikian, sering terdengar ungkapan para ibu ketika anaknya pulang sekolah. Akan tetapi kata-kata ibu tersebut tidak dibarengi dengan tindakan untuk segera menangani anak. Akan lebih efektif jika ibu bersama-sama dengan anak untuk membereskan semua itu. Misalnya dengan mengatakan, “Ayo kak, mama bantu menaruh barang-barangmu.” sambil melakukan tindakan tersebut.</p>
<p>7. Lebih merespon ketika anak berbuat negative, daripada ketika anak berbuat positif.<br />
Ketika seorang anak seharian tidak rewel atau ketika bangun tidur kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri tidak ada komentar ataupun pujian dari orang tua atas tindakan anak, karena orang tua merasa sudah seharusnya demikian yang dilakukan seorang anak. Akan tetapi ketika anak banyak melakukan tindakan yang negatif, orang tua justru akan meresponnya. Hal ini akan menyebabkan anak cenderung mengulang tindakan negatifnya itu, karena bisa jadi anak berbuat negatif karena ingin mendapatkan perhatian orang tua.</p>
<p>8. Tidak mengucapkan kata “jangan”<br />
“Jangan bermain di luar, di sini saja!’ Demikian, salah satunya larangan orang tua, dan masih banyak lagi jangan- jangan yang lain. Ketika orang tua melarang anak untuk melakukan sesuatu dan mengatakan “jangan!”, dampaknya justru hal itu lebih direspon oleh anak. Karena sesungguhnya anak menjadi penasaran, mengapa ia tidak boleh bermain di luar, sehingga lebih baik jika orang tua mengatakan, “Adik main di dalam saja, di luar udaranya dingin, kan habis hujan!” Dapat dikatakan bahwa larangan akan lebih efektif jika orang tua mengatakannya dalam kalimat positif dengan menjelaskan alasannya.</p>
<p>9. Menghargai pertanyaan anak.<br />
Anak yang banyak bertanya dan bahkan suka “mengganggu” orang tuanya cenderung lebih cerdas daripada anak yang pasif. Akan tetapi ada orang tua yang jengkel ketika anak banyak bertanya karena merasa menganggangu pekerjaannya, yang akhirnyta ia meminta anak untuk berhenti bertanya atau memberikan jawaban yang asal saja. Padahal interaksi anak dan orang tua seperti bermain atau melakukan kegiatan di rumah bersama anak, juga merangsang anak untuk lebih banyak bertanya akan menentukan kecerdasannya. Dengan demikian orang tua hendaknya meladeni pertanyaan-pertanyaan anak dengan jawaban yang dapat diterima sesuai pemahaman anak.</p>
<p>10. Tidak menghukum secara fisik<br />
Orang tua tidak dianjurkan untuk memberikan hukuman fsik kepada anak. Karena ketika pada awalnya hukuman fisik diberikan, seperti dipukul, maka anak akan mengalami kesakitan sehingga ia akan menghentikan perilakunya yang menurut orang tua tidak baik. Akan tetapi lama kelamaan ketika anak dipukul lagi, ia sudah tidak merasakan sakitnya karena sudah terbiasa, sehingga hukuman fisik ini sudah tidak efektif lagi walaupun orang tua sudah meningkatkan cara memberi hukuman, yang membuat anak semakin sakit. Dengan demikian, memukul bukan hanya tidak efektif untuk menerapkan disiplin, tetapi juga bisa melukai harga diri anak dan merugikan hubungan anak-orang tua. Orang tua juga tidak disarankan untuk memarahi anak di muka umum, di hadapan teman-temannya, karena inipun akan melukai harga diri anak. Akan lebih baik jika anak ditegur ketika ia seorang diri.</p>
<p>Jika orang tua dapat menerapkan hal-hal tersebut, dimungkinkan anak dapat menjalani kehidupannya dengan lebih baik, tanpa tekanan, tanpa celaan dan tanpa ketakutan, tetapi hidup dalam lingkungan yang penuh penerimaan dan rasa aman, sehingga ia akan berkembang menjadi pribadi yang positif, karena pada dasarnya anak belajar dari bagaimana ia diperlakukan oleh lingkungannya. Semoga kita termasuk menjadi orang tua dambaan anak-anak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitkids.com/blog/tips-untuk-perkembangan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

